THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 03 Februari 2011

Puasa Sunnah di Bulan Sya'ban

عن عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ :
لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَصُومُ شَهْرًا، أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ، وَكَانَ يَقُولُ : خُذُوا مِنْ الْعَمَلِ، مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ، حَتَّى تَمَلُّوا

( صحيح البخاري )

Dari Aisyah ra : tiada pernah Nabi saw berpuasa (puasa sunnah) disuatu bulan (selain ramadhan) lebih banyak dari bulan sya’ban, dan sungguh beliau saw berpuasa hampir seluruh hari bulan sya’ban, dan beliau saw bersabda : ambillah (amalkanlah) dari amal-amal ibadah semampu kalian, maka sungguh Allah swt tiada akan bosan, hingga kalian bosan” (Shahih Bukhari)


ImageAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ

Limpahan Puji Kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Luhur, Yang Maha Memiliki Masa, Yang Maha Memiliki zaman,

وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ . (QS. Al ‘Ashr)

“Demi Masa”

Kalimat Demi Masa, sumpahnya Allah subhanahu wata'ala, sudah merangkum seluruh kejadian sejak Alam di cipta hingga alam ini berakhir, seluruh kesedihan dan kenikmatan, tegak dan duduk, bergerak dan diam, setiap ucapan, setiap ruh, setiap nafas, setiap bentuk, setiap sifat, setiap kejadian semuanya berada di dalam kandungan “Masa”.

Allah merangkum seluruh kejadian itu dalam satu kalimat “Demi Masa”

Lewatlah seluruh kehidupan yang dalam kenikmatan atau yang dalam kesusahan, yang dalam kebahagiaan atau dalam kesulitan, yang di dalam tempat – tempat yang mewah, atau di gubug – gubug yang di kota atau yang di desa, yang pria atau yang wanita, yang kelaparan atau yang kekenyangan, yang terus bisa tidur, yang terus sulit tidur, terus demikian kejadian terjadi dan berputar dari generasi ke generasi.

Allah menjawab :

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

“manusia dalam keadaan yang merugi”

Lewati seluruh keadaan itu, kenikmatan kesusahan, kesedihan kesenangan,
siang malam, kaya miskin, semua itu rugi bagi Manusia, tidak ada keuntungannya

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ .

“Kecuali orang – orang yang beriman, dan berbuat amal saleh, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran”
Tidak rugi dia, dia beruntung melewati itu semua, siang dan malamnya beruntung, susah senangnya beruntung, dalam keadaan kehidupannya beruntung, siangnya beruntung, bergeraknya beruntung, ia terus beruntung.

Wali - Wali Allah SWT

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ اللهَ قَالَ
: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ

( صحيح البخاري )

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, Allah subhanahu wata'ala berfirman:
"Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku kumandangkan perang terhadapnya. Tidaklah seorang hamba mendekatiKu dengan sesuatu yang Aku cintai dari perbuatan yang Aku wajibkan padanya dan ia masih terus mendekatiKu dengan perbuatan-perbuatan sunnah hingga Aku mencintainya. Ketika Aku mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, Aku menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, Aku menjadi tangannya yang ia gunakan untuk memegang, Aku menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya. Tidaklah Aku ragu-ragu melakukan sesuatu seperti keraguanKu ketika hendak merenggut jiwa hambaKu yang beriman, dia membenci kematian sedang aku tak suka menyakitinya." ( Shahih Al Bukhari )


ImageAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَالْحَمْدُلله الَّذِي جَمَعَنَا فِيْ هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ وَفِي هَذِهِ الْجَلْسَة...

Limpahan puji kehadirat Allah, Maha Raja langit dan bumi, Maha Penguasa tunggal dan abadi, Maha melimpahkan keluhuran dan kebahagiaan bagi hamba-hambaNya di setiap waktu dan saat, Maha melimpahkan kelembutan dan kenikmatan yang tiada henti-hentinya kepadaku dan kalian, tidak satu detik pun rahmatNya terhenti untuk kita, tidak satu detik pun kasih sayang-Nya terhenti untuk kita terkecuali terus mengalir kepada kita, kenikmatan melihat, kenikmatan mendengar, kenikmatan berbicara, kenikmatan bergerak, kenikmatan berfikir, kenikmatan merenung, kenikmatan sanubari dan kenikmatan-kenikmatan luhur lainnya, dan kenikmatan-kenikmatan itu terus berlanjut, kenikmatan bernafas, kenikmatan penggunaan jantung dan seluruh tubuh kita, kenikmatan cahaya matahari, kenikmatan gelapnya malam, kenikmatan indahnya pemandangan, kenikmatan udara dan berjuta-juta kenikmtan lainnya. Allah subhanahu wata'ala berfirman :

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

( ابراهيم : 34 )

" Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, tidaklah kalian dapat menghitungnya ". ( Qs. Ibrahim : 34 )

Hal ini menunjukkan betapa banyak kenikmatan yang kita ketahui dan betapa lebih banyak kenikmatan yang tidak kita ketahui, dan Allah mengatakan bahwa manusia tidak akan pernah bisa menemukan jumlah kenikmatan itu. Semakin kita mempelajari maka akan semakin kita memahami baik secara ilmiah atau dengan hadits-hadits nabawiyah atau yang lainnya, secara logika atau pun dengan dalil, maka kenikmatan itu semakin kita pelajari maka akan semakin banyak dan semakin terbuka, semakin luas, semakin mulia, dan semakin indah. Demikianlah perbuatan Sang Maha Baik, demikian perbuatan Sang Maha Luhur dan Mulia, demikian perbuatan Sang Maha Indah, demikian perbuatan Sang Maha mencintai, demikian perbuatan Sang Maha Pemaaf, demikian perbuatan Sang Maha penyelamat, demikian perbuatan Sang Maha lemah lembut sehingga Dia ( Allah ) subhanahu wata'ala melipatgandakan perbuatan baik kita dan senantiasa siap mengampuni kesalahan-kesalahan kita, demikian indahnya Yang Maha indah, demikian mulia dan berkasih sayang Yang Maha berkasih sayang.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Allah subhanahu wata'ala berfirman :

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ ، وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

( المائدة : 55- 56 )

" Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang ". ( QS. Al Maidah : 55- 56 )

Khutbah Rasulullah saw di Hari Terakhir Bulan Sya'ban

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ :
كَانَ رَسُولُ اللَّه صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

( صحيح البخاري )

Dari Ibnu Abbas RA. Berkata:
“Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan kedermawanannya lebih lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya, dan Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur’an. Sungguh Rasulullah SAW lebih murah hati melakukan kebaikan daripada angin yang berhembus”. ( Shahih Al Bukhari)


ImageAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَالْحَمْدُلله الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذِهِ السَّاعَةِ وَفِيْ هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ...

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Luhur, Yang Maha melimpahkan keluhuran kepada hamba-hambaNya, Maha menjadikan waktu dan tempat sebagai alat untuk mencapai keluhuran yang agung, Maha membuka rahasia keluhuran pada waktu-waktu dan tempat. Ketahuilah pada hari-hari kehidupanmu itu terdapat anugerah Ilahiyah maka dapatkanlah, maka capailah. Hadirin hadirat, rahasia kedermawanan Ilahi yang membuka cahaya keluhuran padaku dan kalian, hingga memanjakan kita pada kelompok yang terluhur, ummat sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, beliaulah matahari keridhaan Allah subhanahu wata'ala yang Allah sebutkan dalam firmanNya :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِداً وَمُبَشِّراً وَنَذِيراً ، وَدَاعِياً إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجاً مُّنِيراً ( الأحزاب : 45-46 )

“Wahai nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan untuk menjadi penyeru kepada Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang terang benderang”. (QS. Al Ahzaab : 45-46)


Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Setiap detak nafas kita adalah bukti kedermawanan Allah kepada kita, tiada yang lebih dermawan kepada kita melebihi Allah. Satu nafas kita jauh lebih berharga dari seluruh alam semesta, jika kita memiliki seluruh alam semesta maka semua itu tidak akan bisa membeli satu nafas pun untuk memperpanjang usia kita, sungguh jika semua alam semesta kita dapatkan maka satu anugerah nafas kita jauh lebih berharga dari itu, dan anugerah satu nafas yang lebih berharga dari semua alam semesta itu, Allah berikan lebih dari seratus ribu kali setiap harinya kepada kita, kepada yang beriman dan yang kufur, kepada yang shalih dan yang pendosa, kepada yang jahat dan kepada yang baik, maka adakah yang lebih dermawan dari Allah ? , adakah yang lebih baik dariNya ? adakah yang lebih banyak anugerahnya melebihiNya ?, adakah yang lebih berkasih sayang kepada hambaNya daripadaNya?, sebagaiman firmanNya :

إِنَّ اللّهَ بِالنَّاسِ لَرَؤُوفٌ رَّحِيمٌ ( البقرة : 143 )

" Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia ". ( QS. Al Baqarah : 143 )

kemuliaan Ahlul Badr

جَاءَ جِبْرِيْلُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا تَعُدُّوْنَ أَهْلَ بَدْرٍ فِيْكُمْ ؟ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَفْضَلِ الْمُسْلِمِيْنَ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا قَالَ جِبْرِيْلُ وَكَذَلِكَ مَنْ شَهِدَ بَدْرًا مِنَ الْمَلَائِكَة

( رواه البخاري)

“datang Malaikat Jibril as pada Nabi saw dan berkata: apa pendapat kalian tentang ahlul Badr diantara kalian?, maka bersabda Rasulullah saw : mereka adalah muslimin yg paling mulia,(atau kalimat yg bermakna demikian), lalu berkata Jibril as : demikian pula yg mengikuti perang Badr dari kelompok malaikat, mereka malaikat yg terbaik” (Shahih Bukhari)


ImageAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَالْحَمْدُلله الَّذِي جَمَعَنَا فِيْ هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ وَفِي هَذِهِ اللَّيَالِي الْمُبَارَكَةِ...

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Luhur, Yang Maha menciptakan kerajaan alam semesta dari tiada dan menjadikan setiap detik kita gerbang cintanya Allah bagi yang ingin mendapatkannya, dan menjadikan setiap nafas dari kehidupan dunia sebagai alat untuk mencapai tangga keluhuran, maka merugilah nafas-nafas yang lewat dalam kehinaan , merugilah siang dan malam yang lewat dalam dosa , merugilah usia yang sirna di dalam kesalahan, namun beruntunglah mereka yang mau membenahinya dengan memohon pengampunan , pengampunan Allah tiada pernah tertutup sepanjang waktu dan zaman, namun bagi setiap kehidupan manusia diberikan kesempatan sampai mereka mencapai sakaratul maut

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Persiapkan hari-harimu ini, kita berada si sebuah perahu yang terus melintas di atas samudera yang penuh dengan racun dan gelombang jebakan syaitan untuk menjatuhkanmu ke dalam lautan dosa, dan mereka yang telah jatuh ke dalam samudera dosa hingga gelap dengan kehinaan maka ia bisa kembali ke perahu jika ia segera bertobat dan akan Allah selamatkan dia. Dan perahu yang merupakan rahmat Allah subhanahu wata'ala yang terbesar adalah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, perahu Rasulullah yang besar ini menyelamatkan sedemikian banyak ummat, sehingga setiap dosa hanya ditulis satu sedangkan pahala ditulis sepuluh hingga tujuh ratus pahala.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Allah subhanahu wata'ala telah berfirman kepada sang nabi dan kepada semua orang yang terkena musibah :

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ( الطور : 48 )

" Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabbmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami" ( QS. At Thuur : 48 )

Bersabarlah atas hukum-hukum Allah subhanahu wata'ala, bersabarlah atas takdir-takdir Allah karena sungguh kita dihadapan penglihatan Allah subahanahu wata'ala. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paling banyak ditolong oleh Allah subhanahu wata'ala, namun kita semua juga selalu di dalam penglihatan Allah subhanahu wata'ala, oleh sebab itu yang terkena musibah maka bersabarlah karenaa musibahmu tidak akan abadi, yakinilah janji Allah subhanahu wata'ala atas segala kesusahan di dalam firman-Nya :

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ، إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ( الشرح : 5-6 )

" Karena sesungguhnya dalam kesulitan itu ada kemudahan, Karena sesungguhnya dalam kesulitan itu ada kemudahan" ( QS. As Syarh : 5-6 )

Dua kali Allah bersumpah bahwa "Sungguh dalam kesulitan akan datang kemudahan, sungguh setelah kesulitan akan datang kemudahan ", Allah tidak mengatakan "sesudah kesusahan akan datang kemudahan",tetapi Allah berkata : " bahwa bersama kesulitan itu ada kemudahan". Hal ini menunjukkan sangat dekatnya antara musibah dan datangnya kemudahan. Maka bersabarlah dan tabahlah, tenang dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan bersabar dan shalat, sebagaimana firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ( البقرة : 153 )

"Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar" ( QS. Al Baqarah : 153 )

kemuliaan Puasa Ramadhan


قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: قَالَ اللَّهُ :
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمَ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

( صحيح البخاري )

Sabda Rasulullah saw : Allah swt berfirman :
“semua ibadah keturunan Adam (As) untuknya, kecuali puasa, sungguh itu untuk Ku, dan Aku yg akan mengganjarnya (tanpa perhitungan malaikat), dan puasa adalah benteng dari neraka, dan jika dihari puasa kalian, maka janganlah berbicara yg buruk/asusila, jangan bertengkar dan membentak, jika ada yg mencacinya atau menantangnya, maka katakanlah aku sungguh orang yg berpuasa, dan Demi Yang Diriku dalam genggaman Nya (sumpah beliau saw), sungguh aroma tak sedap di mulut orang yg berpuasa, lebih wangi disisi Allah swt dari wanginya minyak wangi termahal, dan bagi yg berpuasa dua kegembiraan, kegembiraan saat berbuka, dan gembira saat berjumpa Pencipta Nya, ia gembira dg puasanya” (Shahih Bukhari)


ImageAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَالْحَمْدُلله الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ...

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Luhur, Maha Penguasa Tunggal dan Abadi, Maha melimpahkan anugerah sepanjang waktu dan zaman, Maha memiliki matahari dan bulan, Maha memiliki daratan dan lautan, Maha menciptakan hewan dan tumbuhan, Maha memiliki kehidupan dunia dan akhirah, Maha Raja Tunggal dan Abadi sebelum alam semesta dicipta, hingga alam semesta dicipta dan hingga alam semesta berakhir, Sang Maha Ada tetap ada hingga segalanya tiada, mulai dari segalanya belum ada hingga segalanya ada, dan kemudian segalanya tiada, Yang Maha Ada akan tetap ada , sebagaimana firmanNya subhanahu wata'ala :

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ ، وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ( الرحمن : 26-27 )

" Semua yang ada di bumi itu akan binasa, dan tetap kekal wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan ". ( QS.Ar Rahman : 26-27 )

Segala-galanya akan sirna dan fana, tinggallah Dzat Yang Maha Luhur dan Maha Mulia, Dialah Yang Maha Abadi dan Maha melimpahkan anugerah bagi hamba-hambaNya yang dikehendakinya untuk mencapai kebahagiaan yang kekal, sebagaimana firmanNya :

جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ ( البينة : 8 )

" Balasan mereka di sisi Tuhan mereka dalah surga dan yang mengalir di bawahnya sungai-sungai , merek kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya ". ( QS. Al Bayyinah : 8 )

Pahala Bersedekah Untuk Yang Telah Wafat

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أُمَّهُ تُوُفِّيَتْ أَيَنْفَعُهَا إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ

( صحيح البخاري )

Dari Ibn Abbas ra : Sungguh seorang berkata pd Rasulullah saw : Sungguh ibuku wafat, apakah bermanfaat baginya jika aku bersedekah atas namanya?, sabda Rasulullah saw : “Betul” (Shahih Bukhari)

ImageAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ .

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Yang Maha menerangi jiwa dengan ketenangan, Yang Maha mampu melimpahakan kesejukan sanubari dalam keadaaan siang atau malam, dalam keadaan susah ataupun senang, ketenangan hati adalah milik Allah, dan Allah subhanahu wata’ala memeberikannya dengan sempurna bagi mereka yang mengingat Allah. Sebagaimana firman-Nya subhanhu wata’ala :

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(الرعد : 28 )

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” ( QS. Ar Ra’d : 28 )

Obat yang paling mujarab untuk menenangkan hati adalah Allah, obat kehidupan untuk mencapai keselamatan di dunia dan akhirah, hembusan nafas dan detak jantungmu selamat dari yang selain Allah adalah mengingat Allah, yang dirisaukan adalah jika seorang hamba tidak selamat dari Allah maka siapa yang biasa yang menyelamatkannya, jika seorang hamba telah dicelakakan Allah maka siapa yang bisa membantunya ?!. Sebagaimana doa yang selalu dibaca oleh sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ ، وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

“Ya Allah tidak ada orang yang dapat menahan apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang memberikan apa saja yang Engkau tahan, dan tidak ada yang menolak apa yang telah Engkau tentukan, dan tidak memberi manfaat kekayan dan kemuliaan kepada pemiliknya, dari-Mulah segala kekayaan dan kemuliaan."

Senin, 31 Januari 2011

Pemandangan Yang Indah

قَالَ أَنَسُ ابْنُ مَالِك رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : مَا نَظَرْناَ مَنْظَرًا كاَنَ أَعْجَبَ إِلَيْنَا مِنْ وَجْهِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

(صحيح البخاري)

Berkata Anas bin Malik Ra : "Kami belum pernah melihat pemandangan yang lebih menakjubkan dari wajah nabi shallallahu 'alaihi wasallam". (Shahih Al Bukhari)

ImageAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ...

Limpahan puji kehadirat Allah Yang Maha Luhur, Yang telah menganugerahkan kepada kita anugerah terbesar yaitu iman, dengan perantara manusia yang paling beriman dan seseorang tidak akan mencapai puncak keimanan kecuali dengan mencintai sang pembawa tuntunan keimanan, sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Dijelaskan oleh hujjatul islam wabarakatul anam Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi shahib Simtuddurar, di dalam qasidahnya beliau menjelaskan bagaimana detak-detak jantung yang selalu rindu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sang pembawa keluhuran dari Allah. Ketika beliau ditanya : "apa yang menjadi penyembuh dari penyakit-penyakitmu"?, maka Al Habib Ali menjawab : "obatnya adalah berjumpa dengan kekasihku, dan airmataku selalu mengalir karena rindu dengan kekasihku. Wahai Allah sampai kapankah Engkau biarkan air mata ini mengalir, apakah menunggu sampai air mata darah yang mengalir dari mataku", demikian ucapan hujjatul islam wabarakatul anam shahib Simtuddurar Al Habib Ali Al Habsyi Ar.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Dengan rahasia keluhuran Allah lah kita sampai ke majelis ini, sampailah kita sebagai tamu Allah di istana keridhaan Allah, tidak satupun yang menginjak majelis ini kecuali dijanjikan untuknya pengampunan dan rahmat Allah, yang paling tidak adalah pengampunan Allah subhanahu wata'ala dan lebih dari itu adalah rahmat-Nya yang maha luas. Keberuntungan demi keberuntungan mengalir dalam kehidupan, dan dalam kehidupan ada keberuntungan yang membuka keberuntungan selanjutnya, dan ada pula keberuntungan yang membuka kehinaan, maka selalu lah memohon kepada Sang Pemilik keberuntungan untuk membuka pintu keberuntungan bagi kita yang membuka keberuntungan untuk hari esok di dunia dan akhirah, Dialah (Allah) Yang Maha memilikinya, Dialah Yang Maha melimpahkannya, Dialah Yang Maha membagi-bagikannya sepanjang waktu dan zaman, Dialah Yang Maha berhak memberimu lebih dari apa yang telah disiapkan, Maha mampu memberimu lebih daripada apa yang pantas untukmu, hanya Dialah Yang Maha Tunggal dan Maha Abadi yang mampu melakukannya. Allah subhanahu wata'ala selalu siap memberi lebih dari yang kita minta dan kita harapkan, terbukti dari pemberiannya yang sedemikian banyak tanpa kita memintanya, betapa banyak hajat (kebutuhan) yang diberikan kepada kita tanpa kita memintanya ; jasad kita dan gerakannya, lidah kita dan suaranya, telinga kita dan pendengarannya, penglihatan kita dan pemandangannya, kesemua itu adalah hajat kita dan kita diberinya tanpa meminta, adakah yang lebih baik dari-Nya?!, maka janganlah kecewa jika ada satu atau dua permintaan kita yang belum diijabah oleh Allah subhanahu wata'ala, karena barangkali terdapat rahasia keluhuran yang tersembunyi di balik itu semua.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Allah subhanahu wata'ala berfirman:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

(التوبة : 100 )

"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar" ( QS. At Taubah: 100)